Jumat, 02 September 2011
what people say?
Berdasarkan pengalaman beberapa teman, dalam urusan pribadinya mereka sangat berbahagia dengan pasangan masing". tapi sebetulnya mereka harus menghadapi masalah yaitu kejenuhan, bingung karena mendapat pilihan lain yg kelihatannya lebih baik, dan bahkan ada yang tidak disetujui orang tua mereka karena alasan bibit, bebet, dan bobot!
Sebelumnya saya mohon maaf jika ada pihak yang terganggu dengan note ini.
saya sebetulnya termasuk anak yang beruntung karena memiliki orang tua yang tidak terlalu memaksakan kehendak mereka, terlebih terhadap siapa yang akan menjadi pasangan saya. mereka hanya berpesan bahwa yang terpenting adalah:
- taat beribadah
- menyayangi saya dan keluarnga dengan tulus
hanya itu.
tapi itupun pernah hanya menjadi TEORI yang pada kenyataannya agak berbeda.
namun sayangnya, saya kurang beruntung dalam hal mendapatkan pasangan.
mungkin terlalu pagi jika saya bericara hal ini.
Sekarang, anggaplah yang membuat note ini hanyalah anak kecil yang mencoba untuk berbicara!
- jika para orang tua terlalu memaksakan kehendak mereka tentang bibit, bebet, dan bobot pasangan anaknya, tidak kah mereka sadar bahwa belum tentu hal itu akan memberikan kebahagiaan untuk anaknya?
- jika para orang tua terlalu memusingkan suku yang berbeda terhadap pasangan anaknya, tidakkah itu bukan merupakan masalah? dimana letak masalahnya jika sang anak berasal dari sabang sedangkan pasangannya dari merauke?
tapi perlu dan sangat harus disadari, bahwa sebenarnya orangtua mengiginkan semua hal yang terbaik untuk anaknya.
Dan dari segi anak" muda jaman sekarang yang sangat mengagung agungkan CINTA. tetapi, mengertikah mereka CINTA itu apa??
apakah hanya dengan menyukai seseorang dengan teramat sangat itu bisa dikatakan dengan cinta?
banyak berbicara dan mengekspresikan CINTA menurut versi nya masing", hingga sering dari mereka yang kecewa, sedih, bahkan terpuruk.
jujur saya sangat takut untuk mengatakan saya pernah mencintai seseorang, karena memang saya belum mengerti.
tapi yang saya sadari adalah saya pernah sangat bodoh karena menangisi seseorang yg sangat saya sukai.
saya takut kalau hal itu membuat Tuhan membenci saya,
saya takut tuhan salah sangka, dengan mengira saya lebih mencintai manusia.
saya lelah jika harus terus mengharapkan pilihan saya, yang ternyata selalu tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan.
Akhirnya sampailah saya pada satu titik tak sanggup untuk menentukan pilihan sendiri.
saya hanya mau mencintai seseorang jika Tuhan memerintahkan hati saya untuk mencintai orang tersebut,
saya mau dicintai seseorang jika Tuhan mengkehendaki saya untuk dicintai orang itu.
saya ingin menutup rapat hati saya sampai Tuhan memerintahkan saya untuk membukanya.
saya hanya berusaha untuk mengurangi kadar sakit hati! maka hal itulah jalan satu"nya.
Langganan:
Komentar (Atom)